Environesia

Kanopi dan Permukaan Tanah Hutan Hujan Tropika

Posted on April 01, 2012 02:32 PM



Sebuah hutan ibarat rumah. Punya atap dan lantai. Atap hutan biasa disebut kanopi (forest canopy) atau tajuk.

Atap Hutan
Pada hutan hujan tropika , kebanyakan kehidupan tumbuhan dan hewan tidak ditemukan di permukaan tanah. Menurut para peneliti, 70-90% dari kehidupan di hutan hujan justru hidup di pepohonan. Sebagian besar pula hidup di kanopi hutan. Kanopi atau disebut tajuk hutan adalah bagian hutan yang terbentuk dari percabangan dahan, ranting, dan dedaunan pohon yang menutupi daratan di bawahnya. Percabangan dahan-dahan pepohonan di hutan hujan tropika  saling bertemu sehingga sangat lebat, hingga menyerupai atap.

Di hutan hujan tropika , kanopi bisa berada di ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Di pepohonan dan di bagian kanopi hutan hujan tropika  menjadi habitat bagi tumbuhan lain dan juga hewan. Banyak hewan terkenal termasuk monyet, katak, kadal, burung, ular, kucing hutan ditemukan hidup dan bersarang, di kanopi.

Lantai Hutan
Permukaan tanah pada hutan hujan tropika, atau bisa dianggap lantai hutan, umumnya gelap dan lembab karena ditutupi kanopi. Kanopi yang lebat memayungi bagian dasar hutan dari sinar matahari secara langsung. Meski pohon-pohon pembentuk kanopi umumnya tumbuh dan berakar di tanah.

Permukaan tanah dari hutan hujan tropika  merupakan bagian penting dari ekosistem hutan. Banyak hewan-hewan besar hutan hujan tropika  hidup di lantai hutan. Beberapa di antaranya; gajah, tapir, harimau, badak, kancil, dan babi hutan.

Mahluk hidup lain yang banyak hidup di permukaan tanah hutan hujan tropika  adalah jamur dan beragam mikroba yang juga disebut jasad renik. Mahluk hidup yang berukuran sangat kecil ini berjasa besar bagi kehidupan mahluk lain di hutan. Bersama dengan jamur, mikroba bermanfaat sebagai pengurai bahan organis yang berasal dari daun dan ranting kering, pohon yang tumbang, dan jasad binatang hutan yang mati. Oleh mikroba, bahan-bahan organis ini didaur ulang menjadi menjadi humus yang mengandung unsur hara yang menjadi makanan bagi tumbuh-tumbuhan di hutan.

# Sumber gambar: animalcorner

Hutan Hujan Tropika | Tropical Rainforest

Posted on April 01, 2012 02:23 PM
 

 

Salah satu kekayaan terbesar yang dimiliki oleh Indonesia adalah hutan. Negeri ini dianggap sebagai pemilik hutan terluas ke tiga di dunia, setelah Brazil dan Kongo. Hamparan hutan hijau yang tumbuh di wilayah daratan Indonesia, mulai dari tepi pantai hingga puncak-puncak pegunungan. Hutan tumbuh di atas 17.000-an pulau di negeri ini. Hijau, indah, dan memukau. Karena keindahan hutannya, bangsa asing menjuluki kepulauan Indonesia dijuluki sebagai untaian “zamrud khatulistiwa”. Sebab, bila dilihat dari angkasa, gugusan pulau-pulau di Indonesia tak ubahnya sehamparan batu permata berwarna hijau yang biasa disebut batu zamrud.

Hamparan hutan di Indonesia memegang peranan penting bagi kelangsungan mahluk hidup di belahan bumi mana pun. Pepohonan di hutan Indonesia dapat menyerap karbondioksida dari atmosfer bumi. Gas karbondioksida berasal dari sisa pernapasan manusia dan hewan dan dari sisa pembakaran bahan bakar minyak bumi, gas alam, dan batubara. Oleh daun tumbuhan di hutan, gas tersebut diserap kemudian diubah menjadi oksigen yang sangat dibutuhkan untuk pernafasan manusia dan hewan. Hutan Indonesia pun dihargai sebagai salah satu “paru-paru dunia” yang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan mahluk penghuni bumi.

Ada hal yang juga menjadikan hutan Indonesia sebagai kekayaan penting bagi bangsa Indonesia, sekaligus juga menjadi perhatian dunia internasional. Hutan Indonesia adalah jenis hutan yang unik.

Sebagian besar hutan di Indonesia digolongkan dalam tipe hutan hujan tropika, atau dalam bahasa inggris disebut juga tropical rainforest. Secara sederhana, hutan hujan tropika  adalah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim yang hangat, dan curah hujan yang tinggi. Di beberapa hutan hujan, curah hujannya lebih besar dari 1 inci per hari.

Tidak semua negara memiliki hutan hujan tropika . Luas keseluruhan hutan hujan tropika di dunia hanya sekitar 2% dari luas permukaan bumi. Hutan jenis ini hanya dapat dijumpai di daerah tropis. Di belahan bumi sepanjang garis khatulistiwa. Di kawasan ini matahari bersinar setiap hari sepanjang tahun, sehingga iklim selalu hangat.

Hutan hujan tropika hanya dapat ditemukan di kawasan sepanjang garis khatulistiwa yang melintasi Afrika, Asia, Australia, serta Amerika Tengah dan Selatan. Amerika Serikat, negara-negara di Eropa, negara-negara di bagian utara  Asia seperti Jepang, Mongol, dan lainnya sama sekali tidak mempunyai hutan hujan tropika .

Hutan hujan tropika  terbesar di dunia adalah hutan “Lembah Amazon”, sebagian besar berada di wilayah Brazil. Berikutnya hutan hujan tropika di negara Kongo yang juga dikenal dengan julukan “Jantung Kegelapan” karena hutannya sangat lebat. Di urutan ketiga adalah hutan “Zamrud Khatulistiwa” yang ada di Indonesia. Beberapa negara yang juga memiliki hutan hujan tropika  dalam jumlah luas, di adalah; Peru, Kolombia, Papua Nugini, Venezuela, Bolivia, Meksiko, dan Suriname.


Ciri Umum Hutan Hujan Tropika  

Setiap hutan hujan tropika  memiliki keunikan tersendiri. Meski demikian, semua hutan hujan tropika  memiliki beberapa ciri umum, diantaranya:

  1. Lokasi: Berada di daerah tropis, di sepanjang garis khatulistiwa atau garis equator bumi.
  2. Curah hujan: hutan hujan tropika  memperoleh curah hujan yang besar sepanjang tahun.
  3. Kanopi: hutan hujan memiliki kanopi, yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon hutan hujan
  4. Keanekaragaman hayati: tingkat keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna di hutan hujan tropika  sangat tinggi. Di dalam ekosistem hutan hujan tropika ditemukan jutaan jenis mahluk hidup seperti tumbuhan, hewan, maupun jamur dann jasad renik. Para peneliti percaya bahwa hutan hujan tropika menjadi rumah bagi 50% jenis tumbuhan dan hewan yang ada di dunia.
  5. Hubungan simbiotik antar mahluk hidup: spesies mahluk hidup di hutan hujan tropika seringkali hidup bekerja bersama. Hubungan simbiotik adalah hubungan dimana dua spesies berbeda hidup berdampingan saling menguntungkan dengan saling membantu. Contohnya, beberapa tumbuhan memiliki rongga yang dapat menjadi sarang bagi semut, bahkan menghasilkan zat gula yang dapat menjadi makanan bagi semut. Sebagai balasannya, semut menjaga tumbuhan dari serangga-serangga lain yang mungkin ingin memakan daun dari tumbuhan tersebut.

 

# Sumber Gambar: tropicalhardwoods

Mega Biodiversity Hutan Indonesia

Posted on March 31, 2012 09:11 AM

 

 

Hutan bukan cuma kumpulan pohon. Berdasarkan Undang-Undang Kehutanan Repulik Indonesia pengertian hutan ialah kesatuan ekosistem berupa haparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

Dari definisi hutan yang disebutkan, terdapat unsur-unsur yang meliputi :

  1. Suatu kesatuan ekosistem
  2. Berupa hamparan lahan
  3. Berisi sumberdaya alam hayati beserta alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
  4. Mampu memberi manfaat secara lestari.


Dari pengertian ini dapat dibayangkan bahwa hutan adalah suatu hamparan yang di dalamnya berisi mahluk hidup dan benda mati yang saling membutuhkan satu sama lain. Semua yang terkandung di hutan berfungsi untuk menyanggah kehidupan mahluk hidup di bumi.

Hutan Indonesia menempati posisi penting di bumi. Seperti yang sudah disebutkan, hutan Indonesia menjadi paru-paru dunia dan penjaga suhu bumi agar tetap sejuk. Tapi fungsi lainnya yang tak kalah penting adalah sebagai habitat atau “rumah” bagi banyak mahluk hidup lainnya.

Mahluk hidup yang tinggal di hutan memiliki perbedaan variasi yang sangat beragam jika ditilik dari bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang mereka miliki. Variasi mahluk hidup ini disebut dengan keanekaragaman hayati atau dalam bahasa Inggris disebut biodiversity.

Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,3 persen dari luas daratan permukaan bumi. Dari semua spesies atau jenis tumbuhan di dunia, sebelas persen di antaranya tumbuh di Indonesia. Mulai dari jenis pohon berukuran besar, tapi juga jenis-jenis tumbuhan semak, perdu, paku-pakuan, bambu dan rumput, jenis-jenis tumbuhan merambat, anggrek, jamur, lumut, hingga jenis tumbuhan yang sukar dilihat dengan mata telanjang.

Hutan alam yang masih asli memiliki jumlah spesies tumbuhan yang sangat banyak. Hutan di Kalimantan merupakan hutan yang paling kaya spesiesnya di dunia karena terdapat 40.000 spesies tumbuhan di dalamnya. Sepuluh persen dari jumlah spesies itu tergolong pepohonan besar dan mempunyai arti penting.

Tingkat keanekaragaman hayati pada jenis hewan juga luar biasa. Hutan Indonesia menyimpan sepuluh persen spesies mamalia dan enam belas persen spesies burung di dunia. Belum lagi bila ditambah dengan jenis-jenis reptil, serangga, hingga hewan-hewan berukuran amat kecil.

Banyak jenis hewan di hutan Indonesia menjadi hewan kesayangan dunia. Hewan-hewan ini dilindungi dari bencana kepunahan. Bukan cuma karena jumlahnya sudah terbatas, tetapi juga karena jenis hewan ini hanya ditemukan di hutan-hutan di kepulauan Indonesia. Contohnya, komodo, harimau Sumatra, orang utan di Kalimantan, badak bercula satu di Jawa, burung Cendrawasih di Papua, Anoa di hutan-hutan Sulawesi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika dihitung secara keseluruhan, maka Indonesia termasuk salah satu dari 17 negara yang memiliki dua per tiga kekayaan flora dan fauna dunia. Karena kekayaan hutan di nusantara, dunia internasional pun memberi pengakuan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara "mega biodiversity in the world". Artinya, hutan Indonesia merupakan habitat dari sumber daya alam hayati dunia dengan tingkat keanekaragaman amat tinggi.

Tapi selain data-data yang mengagumkan di atas, Indonesia juga dianugerahi gelar buruk dalam pengelolaan hutan. Dalam catatan Guinness World Records pada tahun 2008, Indonesia memegang rekor sebagai negara yang laju kerusakan hutannya paling cepat di dunia. Setiap tahun, 1,8 juta hektar hutan Indonesia menghilang karena pengelolaan yang tidak memperhatikan kelestarian.

Dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, tutupan hutan di Indonesia berkurang dari 162 juta ha menjadi hanya 88,17 juta ha pada tahun 2009. Atau berkurang hampir separuh.

 

# Sumber Gambar: Hierarki Biodiversity

 

[info kecil] Hutan dan Karbon

Posted on March 31, 2012 08:58 AM

[infokecil #01] Mengapa hutan dianggap paru-paru dunia?

 

  • Sebuah hasil penelitian di Sacramento (Amerika Serikat) tahun 1993 menyebutkan, setiap pohon dewasa mampu menyerap karbondioksida sebanyak 21,8 kilogram per tahun. Pohon yang sama ini akan melepaskan oksigen yang cukup untuk kehidupan dua orang manusia.
  • Penelitian lain menyebutkan hutan dengan luas 1 acre (0,4 hektar) mampu menyerap karbondioksida setara dengan karbondioksida yang dihasilkan sebuah mobil yang menempuh perjalanan sejauh 26.000 mil (41.843 kilometer). Sebuah jarak yang sangat jauh, kurang lebih empat kali bolak-balik perjalanan dari Sabang hingga Merauke.
  • Kemampuan hutan menyerap karbondioksida berfungsi untuk menjaga suhu bumi agar tetap sejuk. Semakin sedikit hutan, suhu bumi akan semakin menjadi panas.

 

# Sumber gambar: The Earth Lungs

 

Zamrud Khatulistiwa dan Paru-Paru Dunia

Posted on March 31, 2012 08:49 AM

 

Hamparan hutan yang hijau di kepulauan nusantara membuat Indonesia mendapat julukan sebagai “Zamrud Khatulistiwa”. Belakangan, hutan Indonesia juga dianggap sebagai “paru-paru dunia”.


Zamrud Khatulistiwa

Sekitar 60 tahun yang lalu, pada tahun 1950, Indonesia diperkirakan memiliki hutan seluas 162 juta ha. Terbentang hijau dari Sabang hingga Merauke. Hutan-hutan yang kaya dengan aneka jenis tumbuhan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.000-an pulau. Baik Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta pulau-pulau lain yang berukuran kecil.

Hutan-hutan yang subur membuat kepulauan Indonesia tampak hijau jika dilihat dari angkasa. Juga indah. Hamparan kepulauan Indonesia yang berhutan lebat tak ubahnya hamparan batu permata berwarna hijau atau biasa disebut batu zamrud. Karena posisi Indonesia terletak di garis khatulistiwa, maka Indonesia dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa.


Paru-paru Dunia

Manusia dan hewan perlu bernapas untuk mempertahankan hidupnya. Ketika bernapas, manusia menghirup oksigen (O¬2) melalui saluran pernapasan. Gas oksigen kemudian akan masuk ke dalam organ pernapasan bernama paru-paru. Pada paru-paru kemudian menukar oksigen dari udara dengan karbondioksida (CO2) dari darah. Karbondioksida kemudian dihembuskan melalui hidung atau lubang mulut hingga kembali terlepas ke udara. Demikian terjadi berulang-ulang dalam pernapasan manusia.

Prinsip yang serupa tapi tak sama terjadi pada tumbuhan berdaun hijau. Daun hijau menyerap karbondioksida dari udara, kemudian memprosesnya agar menjadi oksigen yang dilepaskan ke udara.

Karena jumlah tumbuhan berdaun hijau di hutan Indonesia luar biasa banyaknya, maka oksigen yang dihasilkan pun sangat banyak.

Hutan Indonesia tidak hanya menyerap karbondioksida yang dibuang oleh saluran pernapasan penduduk negeri ini. Karbondioksida merupakan gas beracun yang juga banyak dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi, gas alam, batubara, maupun pembakaran kayu, sampah, dan lain sebagainya. Gas karbondioksida merupakan gas pencemar yang banyak dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin, dan pabrik-pabrik.

Karena hutan Indonesia sangat luas, maka hutan Indonesia menjadi salah satu penghasil oksigen terbesar di dunia. Negara-negara maju tidak memiliki hutan yang cukup luas untuk menghasilkan oksigen yang cukup banyak. Justru akibat banyak menggunakan mesin-mesin modern, negara-negara maju menjadi penghasil karbondioksida dalam jumlah sangat besar.

Sebagian besar gas karbondioksida dari negara-negara maju terkumpul di atmosfer kemudian diserap oleh hutan Indonesia dan diubah menjadi oksigen. Bisa dibayangkan betapa pentingnya keberadaan hutan Indonesia. Bila hutan Indonesia rusak, pasti kehidupan manusia di bumi akan terganggu. Sama halnya bila paru-paru rusak, maka kehidupan manusia akan segera berakhir.

Itulah mengapa hutan Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia!

Jenis Hutan di Indonesia

Posted on March 31, 2012 08:41 AM


Tidak hanya menjadi istimewa karena ukuran luas, hutan di Indonesia juga unik karena terdiri dari banyak jenisnya. Bila dikelompokkan berdasarkan iklim, maka hutan yang ada di Indonesia dapat dibagi ke dalam beberapa jenis sebagai berikut:

1. Hutan Bakau

Hutan bakau atau disebut hutan mangrove tumbuh di pantai-pantai landai dan berlumpur dan terkena pasang surut air laut. Sesuai namanya, maka jenis tumbuhan yang terdapat di hutan ini adalah pohon bakau. Jenis tumbuhan lain misalnya pohon api-api. Hutan bakau Indonesia banyak dijumpai di pesisir pantai Timur Sumatra, Papua, dan Kalimantan.

Hutan ini menjadi tempat penting bagi banyak jenis ikan dan udang. Manfaat lainnya, menjadi benteng dari ombak yang dapat menyebabkan abrasi dan memperkecil dampak tsunami.

Yang membanggakan, hutan bakau di Indonesia adalah hutan bakau terluas se-dunia. Sekitar 40% dari keseluruhan hutan mangrove di dunia terdapat di Indonesia. Tiga perempat dari jumlah itu berada di wilayah Papua.

2. Hutan Rawa

Jenis hutan ini tumbuh di daerah rawa-rawa atau dataran rendah yang selalu tergenang air tawar. Tumbuhan tumbuhan di hutan ini di antaranya jenis-jenis palm misalnya nipah. Selain itu juga jenis-jenis pandan dan pohon kayu putih. Hutan rawa banyak terdapat di Sumatera bagian Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, dan di bagian Selatan Papua.

3. Hutan Musim

Hutan musim juga disebut hutan muson. Jenis hutan ini banyak terdapat di tempat yang mendapat curah hujan tinggi namun mengalami musim kemarau yang cukup panjang. Karena musim kering berlangsung cukup lama, pohon-pohon di daerah ini menyesuaikan diri agar dapat bertahan hidup. Caranya dengan menggugurkan daun pada waktu musim kering atau kemarau. Pepohonan itu akan kembali tumbuh subur ketika musim penghujan tiba. Karenanya, hutan musim juga sering disebut hutan gugur daun tropika.

Jenis hutan ini banyak terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara. Contoh tumbuhan yang menjadi penghuni huta musim misalnya jati dan pohon kapok.

4. Hutan Sabana

Hutan Sabana berupa padang rumput juga ditumbuhi sedikit pohon dan semak. Beberapa pohon tumbuh berkelompok, dan banyak pula yang tumbuh menyendiri. Karena lahan yang ditumbuhi rumput lebih luas ketimbang yang ditumbuhi pohon, maka hutan sabana juga disering disamakan dengan padang rumput.

Jenis hutan ini banyak dijumpai daerah beriklim kering, curah hujan sedikit, dan tanahnya kurang subur, sehingga membuat pertumbuhan pohon terhambat. Jenis hutan ini terdapat di daerah Flores dan Sumba (Nusa Tenggara).

5. Hutan Hujan Tropis

Inilah jenis hutan yang membuat hutan Indonesia terkenal di seluruh dunia. Hutan ini terdapat di sebagian besar wilayah kepulauan Indonesia. Hutan ini hanya terdapat di kawasan beriklim tropis, iklim senantiasa hangat dan basah karena banyak memperoleh sinar matahari dan curah hujan yang tinggi.

Keanekaragaman tumbuhan di hutan ini sangat tinggi. Tidak hanya jenis pepohonan raksasa, semak, perdu, atau rumput. Banyak pula jenis tumbuhan yang merambat, memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon, misalnya rotan, anggrek, benalu dan paku-pakuan, termasuk jamur, dan lain sebagainya.

Hutan hujan tropis juga menjadi rumah banyak jenis hewan. Dari hewan raksasa sebesar gajah, hingga sekecil serangga.

Selain kelima jenis hutan yang sudah dijelaskan di atas, Indonesia juga memiliki hutan pegunungan atau biasa disebut hutan tipe alpin yang terdapat di pegunungan Jayawijaya, Papua. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis tumbuhan khusus dan unik.

Sesuai proses terbentuknya sebuah kawasan hutan dapat pula digolongkan menjadi jenis hutan alam dan jenis hutan buatan. Hutan alam terbentuk secara alami sejak ribuan tahun lalu. Biasanya hutan ini penuh pepohonan raksasa, sangat lebat dan sukar dimasuki. Hutan alam juga sering disebut hutan primer. Hutan buatan adalah kebalikan dari hutan alam, karena proses terbentuknya melibatkan campur tangan manusia. Artinya, pohon-pohon di hutan ini sengaja ditanam dan dirawat oleh manusia.

Sebuah kawasan hutan dapat pula dikelompokkan menjadi hutan homogen dan hutan heterogen berdasarkan jenis tumbuhan yang ada di dalamnya. Hutan homogen atau hutan disebut hutan tumbuhan sejenis adalah bila lebih dari tiga perempat arealnya hanya ditumbuhi satu jenis tanaman. Hutan jati, hutan pinus, dan hutan bambu, adalah contoh hutan homogen. Hutan heterogen atau hutan tumbuhan campuran lain lagi. Di dalamnya ditumbuhi oleh beraneka ragam jenis tumbuhan.

Untuk membedakan fungsi masing-masing hutan yang tersebar di Indonesia, maka hutan juga dibagi menjadi tiga jenis hutan, yaitu hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi. Kawasan hutan lindung mempunyai fungsi pokok untuk melindungi sistem penyangga kehidupan, sifat alamiahnya mampu mengatur tata air, pencegahan bencana banjir dan erosi, serta memelihara kesuburan tanah.

Hutan Konservasi berfungsi sebagai kawasan hutan untuk melindungi keanekaragaman flora dan fauna beserta ekosistemnya. Kawasan suaka alam seperti cagar alam ujung kulon yang menjadi tempat perlindungan badak bercula satu, atau suaka margasatwa bagi komodo, orangutan, tapir dan hewan langka lainnya termasuk ke dalam kelompok hutan konservasi. Sedangkan Taman Nasional, taman wisata alam dan taman hutan raya (Tahura) digolongkan sebagai kawasan pelestarian alam.

Jenis terakhir yang termasuk kelompok hutan yang memiliki fungsi khusus adalah hutan produksi. Hutan ini diperuntukkan semata-mata untuk hasil hutan yang bernilai ekonomi, terutama kayu. Kayu-kayu hasil hutan produksi nantinya dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di kota-kota besar dalam negeri bahkan di luar negeri. Kayu-kayu itu dapat dibuat menjadi bahan bangunan berupa papan, kayu lapis dan sebagainya. Dapat pula dibuat menjadi perabotan mebel seperti meja, kursi, lemari. Masih banyak barang-barang lain dibuat dari kayu, misalnya bagian-bagian pada sebuah kendaraan (truk, kapal, dan kereta), dan lain sebagainya.

Dengan keberadaan hutan yang memiliki beragam manfaat, Indonesia sungguh dikarunia kekayaan yang amat bernilai, hingga menimbulkan decak kagum banyak bangsa lain. Hamparan hutan yang hijau di kepulauan nusantara membuat Indonesia mendapat julukan sebagai “Zamrud Khatulistiwa”. Belakangan, hutan Indonesia juga dianggap sebagai “paru-paru dunia”.

 

#sumber gambar: Indonesian Rain Forest Photo by Bambang Mertaini

Mengenal Hutan Indonesia |An Introduction About Indonesia Forest

Posted on March 31, 2012 08:32 AM

Indonesia dikenal sebagai salah satu negeri yang kaya. Tentu saja karena wilayah Indonesia sangat luas. Luas daratannya setara dengan 1,3 persen dari luas daratan permukaan bumi. Dengan kata lain luas daratan bumi hanya 77 kali luas daratan Indonesia.

Salah satu kekayaan yang dimiliki negeri kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia ini berupa sumber daya alam. Tersebar di wilayah daratan maupun lautan. Laut Indonesia, selain kaya dengan aneka jenis ikan dan mahluk air lain, juga kaya dengan bahan tambang yang bermanfaat. Daratan Indonesia mengandung bahan-bahan tambang seperti emas, batubara, minyak bumi, dan beragam mineral lainnya tersebar di Indonesia.

Kekayaan alam di daratan Indonesia tak hanya yang terkandung di dalam bumi. Tanah Indonesia yang sangat subur membuat kekayaan alam berupa hasil pertanian dan perkebunan juga melimpah. Di atas tanah itu pula terbentang hutan-hutan subur yang sangat luas. Sekitar 60 tahun yang lalu, pada tahun 1950, Indonesia diperkirakan memiliki hutan seluas 162 juta hektar.

Sesuai iklim yang ada di Indonesia, maka jenis hutan negeri ini digolongkan hutan tropis. Iklim yang hangat dengan curah hujan yang cukup dan sinar matahari bersinar sepanjang tahun. Iklim ini sangat cocok bagi jenis tumbuhan. Jenis hutan tropis sangat kaya aneka jenis tumbuhan. Berbeda sekali dengan hutan yang berada di belahan bumi utara atau selatan yang beriklim dingin. Jenis tumbuhan yang hidup di hutan-hutan di negeri beriklim dingin seperti di Jepang, negara-negara eropa, atau Amerika Utara, tidak terlalu banyak. Bahkan sebagian hutan di sana hanya ditumbuhi satu jenis pohon saja, misalnya pohon-pohon berdaun jarum (pohon conifer). Contoh tumbuhan conifer adalah pohon pinus. Banyak daerah di belahan Bumi bagian Utara malah tidak dapat ditumbuhi pohon, karena suhu yang terlalu dingin dan selalu tertutup salju.

Hutan Indonesia tergolong hutan hujan tropis (tropical rainforest). Selain kaya akan jenis tumbuhan, hutan hujan tropis Indonesia merupakan hutan terluas ketiga di dunia. Urutan pertama adalah hutan tropis Amazon di negara Brazil, benua Amerika. Urutan kedua adalah hutan tropis di negara Republik Demokrasi Kongo, benua Afrika.

 

#sumber foto: Sunlight in the Rain Forest

Environment Blogs
Close