Environesia

Zamrud Khatulistiwa dan Paru-Paru Dunia

Posted on March 31, 2012 08:49 AM, in Environesia

 

Hamparan hutan yang hijau di kepulauan nusantara membuat Indonesia mendapat julukan sebagai “Zamrud Khatulistiwa”. Belakangan, hutan Indonesia juga dianggap sebagai “paru-paru dunia”.


Zamrud Khatulistiwa

Sekitar 60 tahun yang lalu, pada tahun 1950, Indonesia diperkirakan memiliki hutan seluas 162 juta ha. Terbentang hijau dari Sabang hingga Merauke. Hutan-hutan yang kaya dengan aneka jenis tumbuhan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.000-an pulau. Baik Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta pulau-pulau lain yang berukuran kecil.

Hutan-hutan yang subur membuat kepulauan Indonesia tampak hijau jika dilihat dari angkasa. Juga indah. Hamparan kepulauan Indonesia yang berhutan lebat tak ubahnya hamparan batu permata berwarna hijau atau biasa disebut batu zamrud. Karena posisi Indonesia terletak di garis khatulistiwa, maka Indonesia dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa.


Paru-paru Dunia

Manusia dan hewan perlu bernapas untuk mempertahankan hidupnya. Ketika bernapas, manusia menghirup oksigen (O¬2) melalui saluran pernapasan. Gas oksigen kemudian akan masuk ke dalam organ pernapasan bernama paru-paru. Pada paru-paru kemudian menukar oksigen dari udara dengan karbondioksida (CO2) dari darah. Karbondioksida kemudian dihembuskan melalui hidung atau lubang mulut hingga kembali terlepas ke udara. Demikian terjadi berulang-ulang dalam pernapasan manusia.

Prinsip yang serupa tapi tak sama terjadi pada tumbuhan berdaun hijau. Daun hijau menyerap karbondioksida dari udara, kemudian memprosesnya agar menjadi oksigen yang dilepaskan ke udara.

Karena jumlah tumbuhan berdaun hijau di hutan Indonesia luar biasa banyaknya, maka oksigen yang dihasilkan pun sangat banyak.

Hutan Indonesia tidak hanya menyerap karbondioksida yang dibuang oleh saluran pernapasan penduduk negeri ini. Karbondioksida merupakan gas beracun yang juga banyak dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi, gas alam, batubara, maupun pembakaran kayu, sampah, dan lain sebagainya. Gas karbondioksida merupakan gas pencemar yang banyak dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin, dan pabrik-pabrik.

Karena hutan Indonesia sangat luas, maka hutan Indonesia menjadi salah satu penghasil oksigen terbesar di dunia. Negara-negara maju tidak memiliki hutan yang cukup luas untuk menghasilkan oksigen yang cukup banyak. Justru akibat banyak menggunakan mesin-mesin modern, negara-negara maju menjadi penghasil karbondioksida dalam jumlah sangat besar.

Sebagian besar gas karbondioksida dari negara-negara maju terkumpul di atmosfer kemudian diserap oleh hutan Indonesia dan diubah menjadi oksigen. Bisa dibayangkan betapa pentingnya keberadaan hutan Indonesia. Bila hutan Indonesia rusak, pasti kehidupan manusia di bumi akan terganggu. Sama halnya bila paru-paru rusak, maka kehidupan manusia akan segera berakhir.

Itulah mengapa hutan Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia!

Tags: hutan, hujan, tropis, tropical, rain, forest, indonesia, zamrud, khatulistiwa, paru-paru, dunia

Loading Comments...

Comments

{ds_PageTotalItemCount} commentcomments
{pvComments::date}
{pvComments::comment}

Post a Comment

Environment Blogs
Close