Kedaulatan Rakyat Blog Posts

Sungai

"SUNGAI... sungai... aku hanya ingin pergi ke sungai....” Ibu sakit, dan ia selalu mengigau tentang sungaisungai. Bukan tentang aku, tentang rumah, atau tentang ayah. Tapi tentang sungai-sungai. “Mengapa ibu selalu menyebut sungai-sunga...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 10, 2017

Panggung, Krapyak - Lambung Kerbau Jantan - Ode Kwandang - Meditasi Rawa Aopa

Panggung, Krapyak                       -untuk tan tsabitini panggung, busur lengkungbeton berlumut, pintu dan jendelaempat penjuru, enggan mengatup.Di sini dulu tempat berburupara pangeran,...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 8, 2017

Mempelai Disembunyikan Waktu

AKU pernah bermimpi, menghabiskan masa tua bersama seorang lelaki yang kucintai. Seorang lelaki yang mampu membuat dadaku berdebar tanpa henti, hanya pelukannyalah yang bisa membuatku redup dan tertidur di dalam keheningan yang kudus. Begitulah,...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 19, 2016

Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha - Malam di Laut Mediterania - Kepada yang Diam

Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin ThohaMusim-musim berderai di tubuhmumenanam pohon -pohon berbuah semestakepada waktunya mereka ada, bisikmuTapi ditubuhkumereka lesup berguguranikan membawanya dengan sirip patahSebuah waktumenc...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Kolam Penghabisan

SUARA azan subuh berkumandang dari arah musala yang tak jauh dari rumahku. Aku bangun meski kedua mataku masih terasa berat karena mengantuk. Dengan langkah terhuyung, aku menuju kamar mandi, berwudu dan lalu salat sendirian saja. Sengaja tidak kuban...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 12, 2016

Milad - Sembah - Haus Sukma - Kelir - Wiru Sinjang

MiladTelah lesat atas waktutelah punah atas lelahmenyeberangi ayat-ayat yang teduhberhenti aku di bawah atap rambu ituìini hari aku meyakinkan seribu langkah kakipada rakaat yang kuulang-ulang ìseluruh kebaikan di sepanjang jamanaku rindu, aku ulan...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 11, 2016

Mukidi

MUKIDI adalah manusia tipe pantang menyerah. Di usia nyaris kepala lima, sudah banyak pertarungan hidup yang dia hadapi, mulai dari buruh perusahaan, bisnis, nyaleg, sampai hidup berkesenian. Jatuh dan bangun membuatnya makin tangguh. Bukan Mukidi ka...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Deathnote - Kami Sama Beruban - Yang Kemah di Kuburan - Setelah Seribu Hari - Cross The Universe - Di Lorong Krast

Deathnote orang meninggal mirip sipenyelinap. susah dicaridan kita hanya menanti mati--momen mengumpetakankah bersua meski amalanbeda? mungkin tak pernah: aku menangis--meledakkankilangan. ketertinggalan2016 Kami Sama Beruban meskipun...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Suaramu Kunci - Hadirmu - Reformasi :nasibmu kini -

Suaramu Kunci Aku menunggumu di gelap malamAku rindu tanganmu di arus jeramLidahmu api, yang membakar ilusiSuaramu kunci yang bersaksiTuan selaksa ababil pemberaniSaksi jaman sungguh bernyaliAku menunggumu di pintu pengadilanAku rindu tanganmu,...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Ladang Ubi

I ni adalah sebuah ladang di mana rumput-rumput liar mencuat di antara pagar hidup, di antara semak ubi jalar dan bonggol-bonggol jagung yang siap panen. Udara dingin dan lembab. Lima ekor kambing menunduk, seperti mesin penyedot ajaib yang dengan ce...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Darbel

DARI jendela kamar aku menjolorkan kepala melihat bulan sabit melingkar kecil di langit. Bulan adalah segalanya bagiku. Aku sangat menyukainya. Kata agabey, bulan adalah satu-satunya ciptaan Allah yang paling halus dan menebar wangi. Kata Anne, bulan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 23, 2016

Darbe!

DARI jendela kamar aku menjolorkan kepala melihat bulan sabit melingkar kecil di langit. Bulan adalah segalanya bagiku. Aku sangat menyukainya. Kata agabey, bulan adalah satu-satunya ciptaan Allah yang paling halus dan menebar wangi. Kata Anne, bulan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 23, 2016

Doa - Usia Merenta - Malam Lebaran - Gelegak Hujan - Pada Mata

DoaKalau pun terang telah menyiapkan siangDiam-diam awan sembunyi dan butiran udara menepi.Sungguh, cuaca kian mendekatkanku pada rinduPada padang gersang kusisakan satu-dua ilalangMenunjuk langit menebarkan aroma sangit.Dan membakar wirid kata yang...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 21, 2016

Tiga Buah Topi Baja

”SAYA menyesal, kenapa perang tiba-tiba dihentikan. Padahal saya ingin menembak kepala musuh lebih banyak lagi. Belum puas rasanya baru memperoleh tiga buah topi baja,” ucap Mbah Kasman begitu aku masuk ke ruang tamunya. Laki-laki itu mengan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 15, 2016

Wates, Malam Hari - Kopi Lembah - Pantai Glagah - Musim Hujan di Waduk Sermo

Wates, Malam HariBatas akan membuatmu bimbangMenghimpun ketakpastian di titik ambangHari remaja hari tua mengembang di udara malamDi atas alun-alun utara kota yang temaramLihatlah, sepasang kekasih bercintaMenyandarkan kepala di bahu kasih sayangMeni...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Kain Ihram

TIBA-TIBA ia sudah berdiri di hadapan kami. Tersenyum dan mengangsurkan kain ihram yang terlipat kepadaku. Aku, yang duduk paling dekat darinya, bingung dan hanya memandangnya dengan heran. Pemuda itu mengatakan sesuatu. Entah apa. Sesaat tampak...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 7, 2016

Nasihat Seorang Empu - Aku Belum Bisa - Langit Mendung Istana - Ziarah

Nasihat Seorang Empu tinggal sisa arangyang masih tertinggal di depan tungkubesalen sepi ditinggal penghunibatu dan kayu kalis dari karatsetelah menemukan guru tatah dan palutombak dan keris bisa jadi sebatas senjatatergantung tangan yang memega...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 7, 2016

Buku Tulis dari Presiden

ISHA membangunkanku jauh lebih awal dari waktu biasa aku memaksanya bangun dan gegas mandi sebelum Mang Tokir, sopir jemputan sekolah memencet-mencet klakson. Isha menguyel-uyel wajahku dengan pipinya yang sudah wangi sabun mandi. Isha memaksaku untu...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 31, 2016

Sang Pertapa, Mintaraga - Tiba Saatnya Wahyu Jatiwasesa Didapatkan - Setyaki Bertapa Menunda Pernikahannya - Bermula Dari Begawan Sapwani yang Bertapa

Sang Pertapa, Mintaraga Siapa sesungguhnya Begawan Ciptoning alias Begawan Mintaraga. Tersiar kabar hingar-bingar, sampai ke kahyangan, tempat orang-orang --- eh wayang-wayang, yang lebih tinggi derajatnya.Ia hanya dari kalangan orang biasa ---...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 31, 2016

Bertanya kepada Mayat

SETELAH melewati persawahan dan sedikit hutan karet, Kamto berhasil mencapai rumah Haji Toha. Azan isya baru saja berlalu ketika ia dipersilakan duduk. Saat diajak salaman Haji Toha, hati Kamto bergetar. Baru sekarang ia berjumpa dengan orang yang ka...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 25, 2016
Close