Koran Tempo Blog Posts

Kematian Kelima

ANGIN mendesir mengusir daun-daun kering. Kerisik itu menyadarkanku, ternyata tinggal kami berdua di depan makam sahabat yang baru saja dikebumikan. Jantungnya berhenti mendadak dan keluarganya gagal menyelamatkan, meskipun anak bungsunya kesetanan m...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 9, 2017

Kertas - Kupu-Kupu Merah - Tentang Pada

Kertas: bagaimana mungkin kita tak berumah Di kertas kau menggambar rumah. Rumah yang mengambang. Tanpa tanah, rumput, dan po-hon. Lalu, di rumah itu, kau tambahkan pintu terbuka, keset hitam, dan jendela persegi. Sedang,di bawah jendela, kau selipka...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 8, 2017

Setan Becak

Yogyakarta, 1966 MALAM gelap dan sunyi. Udara yang basah memantulkan cahaya lemah sisa-sisa lampu jalanan. Tidak semua tiang listrik ada lampunya, karena kami, anak-anak yang gagak perkasa, sering menjadikannya sasaran untuk menguji kemahiran ka...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 3, 2017

Lanjutan Cerita yang Pernah Kau Dengar

CERITA ini barangkali pernah kau dengar. Sebelum meninggal, seorang ayah mewariskan toko untuk masing-masing kedua anaknya, dan sebuah – tepatnya dua buah—pesan. Pesan tersebut adalah: ”Janganlah kalian menagih hutang“; dan ”Janganlah kalia...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 26, 2016

Sabda Bizen Tua Rosanjin - Semesta Ken Mihara - Kitab Cawan Hakuji - Tiga Cawan Shimaoka - Tokkuri - Sabda Lempung Finnegan - Gelombang Rakena

Sabda Bizen Tua RosanjinSerupa keheningan, hakikat bentukadalah tanpa bentuk, musim semimerah dalam lanskap azalea, kilauembun di rumpun mimosa, ode bagiletupan-letupan kecil, sebelum satuisyarat muskil kembali bangkit darilidah api, hingga praba set...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 25, 2016

Bagindali

TEPAT ketika telinganya menempel di lasah, terdengar suara ledakan dari arah lapan di seberang lembah depan rumahnya, dan sesuatu berwarna-warni mencuat ke langit. Jantung Bugiali berhenti berdetak bersamaan dengan berhentinya suara jangkrik, belalan...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 19, 2016

Jenggot

SEJAK pertama melihat Kamdu di pesta itu, hal yang paling menarik sekaligus memualkan saya adalah jenggotnya. Terus terang, jenggot inilah yang membuat saya melihat Kamdu lebih saksama. Mula-mula saya melihat jenggotnya biasa-biasa saja, sejenis ramb...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 12, 2016

Bulan Merah

KREET,  Kreeet. Lia membuka matanya. Suara itu sangat menganggu, seperti memaksa masuk ke dalam tidurnya.”Ling, itu kamu?”Kreet…. Kreeet.Lia bangkit dari ranjang. Beberapa jenak ia berjuang mengakurkan matanya dengan cahay almpu 8 watt di...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Belukar Kecapi - Fabel Alam

Belukar KecapiEngkaulah matahari—dan aku rumput pagi hari.Bila burung-burung beterbanganke arah senja, aku akan matimeninggalkan puisi.Engkaulah hujan—dan aku bunga bermekaran.Di antara kegaiban udara dan hijauyang bergeletaran, setiap kataadalah...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Mantra

BERKELILING mencari para pemburu babi yang dilihat istrinya siang tadi, Maq Colaq memasuki sebuah kampung, tempat rumah-rumah berjejer dan orang-orang berjalan hilir-mudik. Ia melihat perempuan-perempuan yang membawa sesuatu yang seperti labu co...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 21, 2016

Catatan Sel 12 - Rumah Gunung - Cinta - Bunga Liar dan Burung-Burung - Lidah Mati

Catatan Sel 12Sel nomor 12 mencatat namaseorang penyair perempuanyang menembak burung kenaridi taman kebunnyasendiriIa menjadi legenda bagi para pembunuhbertangan hitam yang selalu mengasah pisaunyadiam-diam.Mereka menuliskannyadi catatan harian,pada...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 21, 2016

Kristik - Pegadaian - Setundun Bawang

Kristikkita bangun kota dari benang-benang wol, kota kreoldengan kesibukan pelabuhan, pabrik dan kedatangan parapedagang, merah untuk tanah, biru untuk batu-batudi tepi laut kita imbuhkan putih pasi, putih bulu kelinci.jingga warna panen, agar tampak...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Bolehlah Kami Menumpang Mandi

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kami menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang, bolehlah kami menumpang mandi. Kalau hari bakal terus panas berdengkang, bolehlah kami menumpang mandi.ITU pantun? Jelas bukan. Itu adalah keluh-kesah, bisa juga h...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Ayoveva

SETIAP orang hanya memiliki satu kali kesempatan tinggal di Ajjar. Begitu seseorang jatuh ke dalam dosa, ia akan terusir dari perdesaan berpagar hutan pinus segar itu dan tidak diperbolehkan kembali. Hukum Tuhan juga menyatakan: siapa pun yang menola...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 2, 2016

Buntalan Mikail

MIKAIL melipat mendung, kemudian memasukkannya dalam buntalan bawaannya. Ia hendak beranjak, namun memergokiku yang sedang menatapnya tidak percaya. Seketika aku sadar telah berada pada tempat yang salah."Hai! Kau yang mencuri dari buntalanku?"Aku ha...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016

Di Tanggo Rajo - Arah Ke Tebo - Menuju Maninjau - Lembah Harau - Sindangkerta - Goa Hijau Penuh Kaligrafi

Di Tanggo RajoRiak air seperti pecahan Kristal di tengah keremanganDan senja menyusunnya dalam komposisi yang seimbangSebuah lukisan cahaya tercipt-a di atas permukaan sungaiDeretan warung melatarinya dengan titik-titik lampuMusik malam terdengar dar...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016

“Madonna and Child”

LANA mengerjapkan mata. Ruang yang sepenuhnya putih. Dinding, lemari, meja dan lampu berdiri. Langit-langit yang tinggi. Dia tidak berada di kamarnya sendiri. (Dinding kamarnya dicat warna magnolia. Satu temboknya dipenuhi stiker dekorasi: sebuah poh...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 18, 2016

Balkon Fajar - Hari Kesembilan

Balkon FajarSinar masuk melewati jaring-jaring rantinglalu memelukmu di balkon. Waktu masih fajardi Ahad penuh burung bernyanyi."Terpana aku di balkon."Lalu kau menghadirkan keringat pertamalewat kenangan. Kau melakukannyasebelum fajar ingin diulang...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 17, 2016

Puisi Mardi Luhung

(1) Sebenarnya kau telah selesai. Tapi, karena ada celah yang mampu membuatmu berputar, kau pun kembali berputar. Dan kembali pulaberlagak damai dengan dengan yang akan menghitungi ulahmu. Dan gelembung sabun yang kau tiup, pun seperti...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 3, 2016

Penjaga Menara

MALAM ini giliran jaga Benjor dan Jorben. Mereka bukan saudara kembar. Cuma kebetulan saja memenuhi syarat menjaga menara paling besar yang jadi landmark di kota ini. Hari ini hari Selasa. Dan seperti Selasa-Selasa yang biasanya, beberapa alat pentin...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 3, 2016
Close