Media Indonesia Blog Posts

Pagar Bambu

TEMPAT itu dulu sunyi. Hanya sehamparan padang. Sebidang tanah luas yang ditumbuhi rumput-rumput liar dan ilalang. Ada satu dua pohon yang mulai meninggi. Beberapa sudutnya bahkan sudah ada yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Lalu, tempat itu di...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 9, 2017

Mata Sunyi - Litani Terima Kasih - Sebuah Cerita untuk Gus Dur - Sajak Balsem untuk Gus Mus - Jalan-jalan Bersama Presiden - Hati Jogja - Suwung

Mata SunyiTempat terindahuntuk cuci mataialah matamu: mata sunyi yang memancardi balik keriuhan hari-hari dan keramaian kata-kata.Matamu: rona langit jam lima pagi,masa kanak yang terlahir kembali,doa cerah seorang bocah,kecantikan yang hangat dan re...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 8, 2017

Hidup Kita selepas Elegi

GIGI-GIGI mereka belum sepenuhnya rontok ketika maut memanggil tepat pada pergantian tahun. Pada akhirnya, di rumah para lansia itu aku tak sampai hati menyebutnya panti jompo--orangtua kita melihat nenek dan kakek bertahan hidup demikian lama dengan...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Jangan Mencari Tuhan Di Hutan - Agama - Musuh - Kapitalis

Jangan Mencari Tuhan Di HutanJangan mencari Tuhan di hutanKetika kabut asap mengusir satwaKarena di hutan tinggal api berkobaranSeperti neraka, seperti nerakaJangan mencari Tuhan di hutanKetika musim hujan datangKarena hanya tinggal kejutanPohon-poho...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Puisi Yang Kubakar - Malam - Bisikan Dalam Demam

Puisi Yang Kubakarbuku yang terbakarasap membumbung ke alam tiadadan kata-kata pelengkap deritakembali ke alam semula"berapa jiwa terbunuh kalimatberacun yang kau tulis?"aku melangkah mundursebaris aforisme sepimembuntuti, bagai pisaumenghujam ulu ha...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Perempuan di Loteng Rumah

PEREMPUAN itu mencium tangan suaminya yang hendak berangkat bekerja, kemudian menutup pintu rumahnya dengan perlahan. Tak lama setelah itu ia akan muncul di loteng rumahnya, menyulut sebatang rokok, dan melamun. Aku tidak tahu ia sedang memikirkan ap...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 11, 2016

Dimuat Cerpen KAMBING SEBBAL - DESI PUSPITASARI di Media Indonesia

Akan selalu ada orang bermulut tajam dan keji yang akan menggelontorkan makian-makian tak terpuji. Aku pernah menjadi korban orang yang seperti itu. Mana orang itu bawa teman sekompi lagi untuk mem-bully. 😁Masku selalu mengajarkan untuk memaafkan.

Rahasia Mawar

“Katakan padaku, apa yang kau ketahui tentang mawar? Kalau tahu rahasia mawar, kau juga akan tahu rahasia keindahan.” Itu bunyi surat dari sahabatku. Ia kuliah di fakultas pertanian. Setelah aku membalas suratnya, ia katakan; “Kau belum tahu ra...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 5, 2016

Rerumputan Makam - Penari di Depan Mall - Berjalan ke Arah Rokot - Hujan Malam Lebaran

Rerumputan Makam siapa yang berziarah? Ilalang merundumembuka waktugundukan tanah yang membaca kesenyapan.Nisan yang diamdi antara mata yang basah, mengurai hari-hariyang berjarakseperti baru kulihat kelopak matamuyang membawa sayapsayap burung...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Kamar 341 - Aku tak Hanyut - Sajak Sakit I - Sajak Sakit II - Titik Nol Koma - Sejak Gerimis - Awan

Kamar 341 Aku bersiap hijrah dari kamar tak berwajahDi sebuah sudut muram tanpa gelisahDi ujung selasar yang mata lampunya berkedipDan suara rengeknya seperti peluitIni bukan stasiun kereta pembawa beritaIni kamar yang bertimbun doa di sekujur r...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Nama untuk Ayah

“BARU jam empat, kenapa pagi sekali, Bu?” “Kita harus ke sebuah tempat.” “Apa kita akan bertemu Ayah?” “….Ya.” “Aku merindukan Ayah.” “Kita semua merindukan Ayah.” “Aku sayang Ayah. Apa Ayah j...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 29, 2016

Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi

Kaidah Burung Merpati Sayap burung merpatiTerbang di antara bait mimpiMendayu hembusan anginTersipu belaian lukaDiaAdalah wajah para penyairBertapa di bawah langitMenyabda mendung menjelma hujanDiaAdalah haluan para pendetaMeratap ranting pepoho...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Napak Tilas Alejandra Pizarnik (1) - Napak Tilas Alejandra Pizarnik (2) - Omerta

Napak Tilas Alejandra Pizarnik (1) kumulai perjalanan ruhani dari pengasingantanah Argentinamu yang jauh di Amerika Selatandi ujung tirus pandang dan gelisah suatu bangsa: pemilik pungkasan lugu peribahasaketika malam para terasing tiba, malam y...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Hajar Aswad

PEKERJAAN saya adalah merayu orang-orang yang berada di sekitar Kabah, terutama yang berwajah Asia dan mengerti bahasa Indonesia. Saya menawarkan, apakah mereka sudah mencium Hajar Aswad? Ini saya lakukan terutama kepada jemaah yang sedang sendirian.
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 22, 2016

Badut

SEPULUH tahun sudah Fahri menjalani kehidupannya sebagai badut di sebuah kelompok sirkus keliling. Dari kota ke kota Fahri dan kelompoknya setia mengais rejeki. Banyak orang mengenal nama Fahri karena kelompok sirkus itu juga kerap muncul di koran. F...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Kaidah Burung Merpati - Tangisan Bumi - Doa Burung-Burung - Bukan Aku tak Mampu Berpuisi

Kaidah Burung Merpati Sayap burung merpatiTerbang di antara bait mimpiMendayu hembusan anginTersipu belaian lukaDiaAdalah wajah para penyairBertapa di bawah langitMenyabda mendung menjelma hujanDiaAdalah haluan para pendetaMeratap ranting pepoho...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Napak Tilas Alejandra Pizarnik (1) - Napak Tilas Alejandra Pizarnik (2) - Omerta

Napak Tilas Alejandra Pizarnik (1) kumulai perjalanan ruhani dari pengasingantanah Argentinamu yang jauh di Amerika Selatandi ujung tirus pandang dan gelisah suatu bangsa: pemilik pungkasan lugu peribahasaketika malam para terasing tiba, malam y...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

 Kisah Sepotong Pai

TAS plastik putih bertuliskan nama toko roti itu tergeletak lunglai di tepi trotoar. Ada bekas goresan tipis yang cukup membuat tas plastik itu nyaris koyak menjadi dua. Di dalam tas plastik itu ada sebuah kardus mungil yang sudah penyok. Dalam kardu...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 7, 2016

Dua Malam di Kota Kata-Kata

“HIDUP ini perih,“ sapanya sambil menciumku. Usianya empat puluh sekian dan sudah malang melintang di dunia pertunjukan. Selalu girang, walau kacamatanya baru diganti dari kacamata minus ke lensa progresif.Perutnya agak maju, tapi masih...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 31, 2016

Obituarium Patah Hati

ORANG dungu juga pasti tahu, tak ada yang kekal di dunia ini, bahkan secuil ingatan tentang cinta pertama sekalipun.Kalimat konyol itu tercetak pada sudut halaman 19 di koran minggu pagi, di salah satu kolom obituarium yang berada di antara kotak-kot...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016
Close