Pikiran Rakyat Blog Posts

Pelari Lintas Alam

SUDAH sepuluh jam, tapi jarak antara kami tak juga berubah. Aku mulai bertanya-tanya, apakah hasil perlombaan lalu-lalu akan terulang lagi kali itu? Saking seringnya ia membuatku hanya menjadi yang kedua, aku jadi lebih kenal rupa punggungnya ke...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Pada Sebuah Telapak Kaki - Ciwidey Masa Kini (?)

Pada Sebuah Telapak KakiPada hening sebuah kuncup subuhAku ingin tidur di telapakmu, IbuSuaka bagi hati dalam segaa rupaTempat berpulang semua doa tak terkabulkanTempat sakit dan kecewa mencari obat lukaTelapak Ibu,Tempatku ingin membangun sebuah rum...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

W 7088 UZ

DI dalam bus malam W 7088 UZ, aku adalah pengembara kesunyian, yang tak beriman kepada jalan pulang, "Ayo Madiun, Solo, Jogja!" Pukul 00.10, bus hampir terisi penuh. Suasana begitu padat malam ini.ORANG-ORANG berjejal di terminal Bungu...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 13, 2016

Doa Penggali Kubur

SATU yang tertanam di benak Gunawan saban menyambut pagi, bagaimana hari ini bisa pulang membawa rezeki untuk orang-orang yang dikasihi. bagai sebatang pohon, ia adalah akar. Sumber kehidupan bagi dahan, buah, dan dedaunan. Akar memacu dahan, bu...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 6, 2016

Antara Inokashira jeung Shibuya

GEUS wareg mah neuteup dangdaunan maluguran di Taman Inakoshira, sok terus leuleumpangan. Tengtu wae tujuan saterusna ka Stasion Shibuya. Lain rek iinditan ka tempat jauh. Saukur diuk dina bangku di buruan stasion. Api-api maca buku. PAdahal mah haya...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 26, 2016

Hilang, Aku - Cukup Tahu

Hilang, Aku Kau di mana?Pada langit Kau ajarkan padaku cintaPada tanah kau titipkan padaku cintaPAda angin kau bisikkan padaku cintaPada hujan kau jatuhkan padaku cintaKau di mana?Padaku cinta yang terbang entah kemanaCukup TahuLamaLama-lama aku...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016

Siangsiang - Ruangruang

Siangsiang siangsiang orang membangun rumah dari dasar resah dan panasbelakadi bantaran kali tak berwajah yang buruk rupanyaselayar denyut kehidupan ada di sana... di urat nadi yang menghitamdan meracunisiangsiang orang membakar duka meratap luk...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016

Narasi Pengelana Buah - Di Bandar Udara

Narasi Pengelana Buahdi sepasang matamuaku menemukan amsa remajakumasa yang riang menunggu di bawah pohon mangameski tak ada yang jatuh seperti cintayang kujatuhkan padamuselalu kulemparkan kayu, berharap ada yang saling timpakemudian runtuh. di anta...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 24, 2016

Si Buntung

MASIH lekat benar dalam benakku kejadian 58 tahun silam. Kala itu, aku masih berusia 4 tahun. Gadingku belum tumbuh sama sekali. Aku, ibuku, 4 ekor bibiku, serta 3 ekor sepupuku sedang bermandi ria di lubuk besar tatkala sekumpulan makhluk besi...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 19, 2016

Seribu Malam - Apa Bedanya

Seribu MalamLangah kaki tak lagi terdengarLetusan peluru tak lagi ditembakkanKolonel tak lagi bertitah, sebabKapten, sersan, dan para prajuritMenemukan jalanNyaTapi, negara tak tau maluSeperti menghapus debu pada pakaianSeribu malam membela negaraYan...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 17, 2016

Perjamuan Hilang Bentuk - Pesan dari Warung Makan - Lakon Buatan

Perjamuan Hilang BentukBegitulahMeja-meja itu bisuKutuk-mengutuk di depanmuPada sepiring nasidan segelas air putihsegerombolan harapan yang kau semayamkantiba-tiba berlarian dari sarangmengejarmu dengan lajuhingga segala sudut merayumuuntuk taklukTet...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 17, 2016

Mei dan Seorang Lelaki

MALAM di penghujung April. Seperti setiap tahun, pada malam ini, aku tidak ingin tidur. Aku takut laki-laki itu akan datang lalu pergi begitu saja saat aku terbangun nanti. Sudah tiga gelas kopi kuteguk habis. Aku tidak ingin tidur karena aku ta...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 28, 2016

Tineung Pupuh Terlupakan - Ulah Kabawa ku Sakaba-kaba

Tineung Pupuh TerlupakanKinanti nyanding mimpi kanakku berbalut rupa indahSinom dan Asmarandana mengubah detik rupa waktulesapkan gairah emak dalam paduan suara tuamenyiluetkan reyot rumah panggung kencanaSilam terpasung usangterganti mawar seru...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 26, 2016

Seraut Wajah Berbingkai Pohon

“Kau menghantui mimpiku hanya untuk ini? Menatap wajahmu yang berbingkai akar pohon? Betapa naifnya dirimu. Ingat! aku Solada Budiharjo, bukan Yashodara.” Gadis berambut ikal sepinggul itu memamerkan kemarahannya di bawah sebuah pohon di bekas re...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 21, 2016

Dunia Hitam Putih

AKU menyibak rambutku dengan gusar. Seketika mataku berlarian ke sana, ke mari, berharap seseorang segera menemukanku. Aku mengusap bibirku dengan jari telunjuk, mencoba untuk tenang. Sesegera mungkin aku melihat jam. Jarum panjang sudah menunju...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 14, 2016

Jendela

JIKA kalian hendak ke Teluk Awur, mari mampirlah sejenak ke rumahku. Letak rumahku searah ke sana, hanya tinggal belok ke Gang Melati. masuklah ke situ, amati rumah yang berjubel, berjalanlah sampai ke ujung gang. Jangan khawatir, sejak jalannya...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 7, 2016

Jas Merah - Perut di Atas Bejana

Jas MerahTuan, jasmu sudah tidak merah lagiluntur lalu memudar dalam lusinan orangyang mereka sbeut terlahir untukmuPada akhirnya apa yang tergantunghanya pajangan tak bernyawaditeriaki bukan diteriakkanTuan, kau tak usah khawatir dengan kamiibu pert...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 5, 2016

Oriza Sativa - Tulip Oliv

Oriza Sativa : Warih Wisatsanateach me filosofi padi'makin nunduk' makin isiteach me kesetiaan jeramiyang masih enak dimakan sapimeski telah dibakar terik berhari-hariteach me make sekar mekar di bibir pak tanidan berdiri di bawah biji yang baka...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 5, 2016

Batu

INI waktunya, Mas!" jerit istrinya. Segera ia matikan rokok di jepitan jarinya. Ia tatap istrinya terkulai di kursi makan yang menghadap ke dapur. Matanya terbelalak, menahan mulas di perut. Darah di selangkangnya seperti sungai yang menjalur da...
by Kliping Sastra Nusantara on May 31, 2016

Kedai Malam - Zikir Padi - Halaman Rumah

Kedai Malam Keriap tiang bambu seolah gerutu, lenyap karena silau lampuBerderet kursi-kursi sesak dipenuhi orang-orang butaKau dan aku berdua bertanya pada meja, kopi dan kretekTentang jam malam, lonceng yang terus memanggil di kejauhanJutaan se...
by Kliping Sastra Nusantara on May 29, 2016
Close