Republika Blog Posts

Dinding Kalbu

ENAM bulan berlalu ketika Tarno mengerjakan proyek pembangunan di tengah perumahan kumuh. Pria paruh baya itu tak menyangka tugas tersebut kini terasa sulit. Tak masuk akal. Sebenarnya Tarno hanya disuruh membuat tembok sederhana milik seorang pensiu...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 10, 2017

Seiris Prasangka

YES! Ujian kahir semester dua benar-benar rampung juga akhirnya. Fyuuh. Rasanya seperti ada batu super duper besar yanng berhasil diangkat dari kepala ini. Haaa... lega seklai. Selesai ujian dan lulus. Apalagi, kado terindah bagi mahasiswa...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 20, 2016

Keadilan? - Desember Kelabu - Ibu, Aku Mencintaimu - Aku Ingin Tenang - Angan-Angan - Lamunan Air Mata

Keadilan?Mereka berkelahi dengan anginBerduel dengan ilalang-ilalangpongakMencoba menentang matahariNgilu dadakuSesak napaskuIbu pertiwi terbakar apiDi mana keadilan?Hanya jabatan tanpa kemanusiaanDesember KelabuDesember Kali ini tak lagi samaTa...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Elegi Cikgu Leman

SUARA muazin yang melaungkan azan terdengar parau, di tengah ratusan orang yang tegak mematung tanpa tudung kepala dan duduk mencangkung di atas semak-semak di pinggir sungai yang memadati tepian. Mereka tegak memaku dengan perasaan bermacam bag...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 12, 2016

Raba'a Berdarah

ANGIN Gurun Sinai berembus lembut di pertengahan Juli ini. Lembah Najmi tampak tenang dengan hamparan pasirnya yang berwarna cokelat keemasan. Ditingkahi semburat warna lembayung senja di ufuk Bukit Ihuday, Mesir seolah memanggil para pelancong...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 6, 2016

Emak Pergi

BAGI seorang lelaki, adakah kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak-anaknya bersenda gurau dengan ibunda tercinta?Paling tidak itulah yang kurasakan. Aku selalu berdoa agar emak dan anak-anakku bisa bermain, tertawa, dan bercanda-gura...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 30, 2016

Intro Sepi - Tawang Mangu - Jalang - Agro - Patah - Malam Pertama

Intro Sepi1#Sejak ibu pergiaku konyal-konyilmerawat sepi2#Rumah hampadinding piatumenandai sendiriku3#Jendela pintukini membekumemunggungi sang waktuSolo, 2016Tawang Mangu1#Di bawah cemaraCinta patahTergerus mitos entah2#Dingin di jalanmuItu kenangan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Calon Imam

HAIDA hannya memiliki satu hati, dan akan ia labuhkan sepenuhnya pada 'kekasih halalnya'. Tapi, siapa? gadis itu berada dalam  kegamangan. Bukan karena tak ada satu lelaki pun yang ingin mempersuntingnya. Oh, andai memang hanya ada satu, mu...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 23, 2016

Pintu Belakang Kiai Suleman

"KIAI palsu! Ulama su'!" Kata-kata itu terus terngiang di telinga Kiai Suleman. Kata-kata itu serupa tumpahan air hujan yang tiba-tiba turun dari langit dan menderas, tanpa Kiaia Suleman menahan. Oh ya, Kia Suleman memang sengaja tidak menahan.
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 16, 2016

Makrifat Allah - Lambang Kehidupan - Menuai Panen - Ingin Kembali - Temu Manten - Nikmat Mimpi - Ungkapan Perasaan

Makrifat Allah Kau menyatu bersama keyakinanSelalu kusebut dalam henak nafas yang keluarKau adalah keabadian mengembalikanmanusia dengan sempurnaKau mahakuasa penentu rezeki dan usiaOh, manusia tidak lebih hanya tanah,Oh, manusia ialah badan yan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Memancing Parang

SANGAT sunyi, hanya alam yang menari memberi  bunyi. Rembulan pun bukan lagi separuh, bahkan hanya sabit yang agak lebar sedikit. Kecuali, suara eloknya gerak ekor-ekor sang ikan, hanyalah jangkrik yang mengerik memberi nada hening di rawa...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 9, 2016

Lily

“LILY, kamu besok sudah bisa mengikuti upacara bendera tujuh belasan,” kata Bu Indah, mencegat anak itu yang hendak bergegas keluar dari kelas. Sementara anak-anak yang lain sudah berhamburan keluar, pulang ke rumah masing-masing.Dengan girang, L...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 1, 2016

Sebelum Waktu Menyusut - Cahaya Lembah Biru - Tengah Hari - Peronce Kata - Selalu Kau Impikan - Daun-Daun Gugur - Di Depan Cermin

Sebelum Waktu MenyusutSebelum waktu menyusut, ia telahkembali ke rengkuhan cahayamelepaskan kelongsong kegelapandi belakangDibekap kegelapan, membuat hidupmegap-megap. Dan sejauh melangkahhanya menemu jalan buntuhari-hari serasa disayat sembiluItulah...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 31, 2016

Doa

Aku menunggu kabar. Bukan dari keluarga, melainkan dari orang yang tak begitu kukenal. Sebab, ia pernah meminta adoa padaku, tidak karena sebuah kebetulan, tapi kesengajaan.Bagaimana mungkin kulupakan saat itu, saat sebuah peristiwa mati suri yang me...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 26, 2016

Dinding Utara Lift

KULIHAT ibu memejamkan mata, mungkin sedang berdoa. Ketika ia membuka mata, pintu lift sudah terbuka di depan kami Beberapa orang di dalam lift menghambur keluar."Ibu siap?" tanyaku pada perempuan yang sangat kuhormati itu. Ia mengangguk perlaha...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 4, 2016

Surat Terakhir Ibu

"RADHAN, berhentilah menangis! Tiada lagi yang perlu ditangisi," pinta Lili yang kian lama kesalnya membuncah.Radhan, begitu Ramadhan kecil dipanggil yang terus saja menangis. Ia lari ke pojok rumah, duduk. Ditarik kuat oleh Lili pun tak sanggup...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 21, 2016

Jejalon Ibu

ITU irisannya yang ke-10 setelah aku mulai mengajaknya bicara, tetapi belum juga ada tanggapan. Kembali aku menghitung sampai ke angka 23, dan Ibu masih diam. Seperempat lagi menjelang irisan ke-24 jari telunjuk kiri Ibu berdarah. Aku menahan un...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 14, 2016

Rindu Annuqayah - Kidung Asap

Rindu AnnuqayahRinduku padamu merah darahYang mengalir di sungai urat-uratkuUndakan masjidmu tempat naik-turun ketakwaankuDi dalam dekat sebuah pilar marmer aku dengan-Nya saling cumbuSambil menunggu allahummagfirlah guruyang istiqamahdalam mengajari...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 12, 2016

Mencintai dalam Diam

LONCENG jam dinding berbunyi empat kali. Sudah lebih satu jam aku shalat tahajud. berkali-kali aku mencoba menahan air mata ini, tapi akhirnya tumpah juga bagai air bah. Bahkan, tanpa sadar aku sesenggukan.Safiya bergegas menghampiriku. Ia mengg...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 7, 2016

Reuni

Saya baru merasakan kalau waktu itu seperti mengejar ekor layang-layang putus. Sampai napas ini hampir habis, tak sekali pun dia mau mampir di tangkapan. Hari seperti berlari. Pekan tak sampai dikejar. Bulan menggelinding penuh kecepatan. Dan tahun y...
by Kliping Sastra Nusantara on May 15, 2016
Close