Suara Merdeka Blog Posts

Kaki yang Ketiga

TANAH lapang di tepi desa,tempat sapi dan kambing merumput itu kini disulap menjadi arena pertandingan yang meriah. Kompetisi sepak bola antar kampung sudah beberapa hari ini berlangsung. Bila sore menjelang,tempat yang biasa sunyi sepi itu berubah m...
by Kliping Sastra Nusantara on Jan 9, 2017

Periuk Api

MATAKU terbeliak menyaksikan seekor anjing berak di depan pintu. Dua gundukan kecil kecokelatan bergeming tepat sejemba dari ujung sepatuku. Kata-kata makian hampir saja membanjiri baju dan emper rumah pagi ini, sebelum suara istriku memanggil dari d...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 18, 2016

Lelaki Pemetik Anggur

APA yang membuat lelaki itu selalu memetik anggur yang pohonnya menjalar hampir memenuhi beranda rumahnya?Pagi sekali, pagi ketika embun masih jatuh di daun-daun yang belum mengenal gaduh, lelaki itu akan keluar rumah. Dengan mata yang kucel, yang me...
by Kliping Sastra Nusantara on Dec 12, 2016

Wagimin Tikus

DI Gebyog, kampung tempat tinggal saya 12 tahun terakhir ini, saya adalah pendatang. Dan, sialan, agaknya sampai kapan pun, sekalipun bakal tinggal sampai mati di kampung ini, saya tetap dianggap dan diperlakukan sebagai pendatang. Tentu saja saya me...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 6, 2016

di panggung - di malioboro - pergi ke yogya

di panggung“itu hanya panggungdan tak ada yang benar-benar terjadi di sana,”seseorang, mungkin dokter, mungkin ia berasaldari jakarta, berkatapenata lampu bermain terlalu banyakdan cahaya yang menggenang menenggelamkankelakar sebelum seseorang se...
by Kliping Sastra Nusantara on Sep 4, 2016

Ada yang Hilang di Puncak Senja - Aku Milik Siapa I - Aku Milik Siapa II - Aku Milik Siapa II - Jeritan Tembakau I - Jeritan Tembakau II - Jeritan Tembakau III - Aku Milik Cinta

Ada yang Hilang di Puncak Senja Di puncak senja angin ngilu di pelataran rumahAnak-anak bermain petak umpet bersembunyidi belukar bebatuanUsia mencari sambil membawa sebilah pisaudiacungkan di wajahnyaKanan kiri dipenuhi bayang-bayangMatahari ti...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Apartemen Malaikat

Setelah bertahun-tahun bus itu melaju seakan tanpa tujuan akhir, aku dan Sapono diturunkan di gedung tua dengan gerbang berlogo ayam jago. Sapono membawa barang berupa sekeping white board dan spidol warna hitam yang baunya tidak enak. Papan itu diga...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 28, 2016

Kebun Kelapa Bapak

JADI, kebun kelapa itu akan dijual untuk kepentingan pakde Parsidi pergi ngulon - menjalankan rukun Islam yang kelima. Kebun itu sebelumnya memang milik bapak. Warisan dari simbah untuk anaknya yang wuragil. Kebun yang berdampingan dengan kebun milik...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 23, 2016

Katam - Harimau - Benci - Raga Berakhir - Dadamu

Katamkematian mulialah yang dimauikarena tak ada yang mampu membantudan pasti akan sia-siajika memakai perantaraJika kau memaksa : berenanglahkarena kau tak ingin kemaruksaat dirimu dipujiHarimaudi pinggir rumah sepibelantara terpasungmulutnya mengan...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 21, 2016

Kenangan Kemerdekaan

PADA masa penjajahan Jepang, sikap remajaku sangat menggebu-gebu. Aku selalu ingin berperang dan menantang orang-orang Jepang. Tapi, kadang nyaliku bagai kain basah karena tak memiliki senjata tajam seperti pedang atau keris. Aku dengar-dengar dari b...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 16, 2016

Padahal Ini Semarang - Jalan Kaligarang

Padahal Ini Semarangduduk di bangku besi sebuah mall akutengelam di antara lalu lalang orangpencari warna-warni baju lebaranberupa-rupa wajah melintasdatang - pergiasingsiapa merekadi mana tinggalnyatiada seorang mengenal dan kukenalpadahal ini kota...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 14, 2016

Putri Raja dan Babi Hutan

PADA minggu pertama bekerja sebagai asisten rumah tangga di negeri jiran, Ramini menemukan lelaki yang pernah datang dalam mimpinya. Ia adalah sopir tetangga majikannya. Berkulit hitam, bertubuh pendek kekar, dan bersorot mata tajam. Namanya Mustafa,...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 8, 2016

Andai Kau Laut - Sebongkah Imaji - Melayari Alun Gelombang - Melayari Alun Gelombang - Kau Menjaga Air Mata - Sepenggal Sisa Mimpi

Andai Kau Laut dalam tubuhmu mengalir darah cintakudalam jiwaku bersemayam lentur sajak-imajimuya— tapi kita saling berjauhansaling berjauhan!dalam matamu aku berenangbegitu riangdalam hatiku kau berkisahbegitu gelisahandai kau lautsedalam apa...
by Kliping Sastra Nusantara on Aug 7, 2016

Terbang

‘’IBU tak ingin kau jadi pilot. Setelah kehilangan Ayah, lalu abangmu, Ibu tak ingin kehilanganmu karena terbang!’’ Padahal sejak kecil ia suka diajak Ayah terbang. Padahal ia paling senang melihat ayahnya terbang. Padahal ia bangga memi...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 31, 2016

Di Stasiun Kereta Api

Jati diri hilang di stasiun kereta api. Tidak ada yang tahu apakah barang itu hilang di tengah keramaian peron atau terseret kereta api. Tidak ada yang tahu atau mau tahu, kecuali seorang penjaga loket tiket.Ia adalah seorang lelaki paruh baya yang s...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 26, 2016

Riwayat Harjuna dan Teman Perempuan

SUDAH sampai Juli lagi kini. Semenjak ada situs jejaring sosial, kita jadi selalu mampu memantau siapa saja yang berganti usia saban harinya. Mungkin sebagian sudah kita mengerti tanggal berapa hari lahirnya sejak dulu, namun ada juga yang baru ketah...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 18, 2016

Berkereta ke Surga

Pikirannya agak goyah seperti sebotol minuman soda yang dikocok berulang kali kemudian dibuka dan berhamburanlah semua isinya keluar. Mungkin karena Mulatin sudah tua dan seumur hidup tidak memiliki anak, demikian terkaan orang. Tapi sejatinya, musab...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 10, 2016

Daksina - Legenda Dusun Orong Naga Sari - Saat Rasa Itu Datang - Ku Lihat Cinta Kita

Daksina barangkali ia dirangkai para pertapa ia serupa bunga tujuh rupa yang tergenang pada canang baja. saat memotong rambut api milik bayi ia serupa bedak langeh dan beras pati juga segenggam kepeng logam yang kel...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 10, 2016

Malam Lebaran

GERIMIS di senja itu membuat orang-orang menumpuk di teras warungku. Dua Angkudes (angkutan desa) yang berhenti hampir bersamaan menumpahkan penumpangnya, pada berebut mencari tempat berteduh. Warung peninggalan mertuaku yang sengaja dibikin berteras...
by Kliping Sastra Nusantara on Jul 4, 2016

Pengantar Malaikat

SUATU malam, ketika kepalaku setengah pusing, seseorang mengetuk pintu. Kuintip dari jendela; aku tahu ia bukan manusia. Tidak ada manusia hidup tanpa kepala. Karena tidak pernah takut dengan apa yang orang sebut hantu, kubuka saja pintuku dan kutany...
by Kliping Sastra Nusantara on Jun 27, 2016
Close